Selasa, 28 Februari 2012

DDL dan Perancangan Basis Data


Perintah-perintah MySQL dari command prompt
Ada kalanya newbie di dunia komputer malah merasa risih dengan adanya phpMyAdmin yang semestinya malah mempermudah. Beda versi pada phpMyAdmin beda pula tampilan navigasinya, sehingga malah membingungkan. Jangan khawatir berikut adalah panduan dasar perintah-perintah SQL melalui command prompt.
Pertama, buka command prompt.

Start Run lalu ketikkan cmd atau command prompt, klik OK
Aktifkan mysql.exe
Apabila Anda menggunakan bundle XAMPP maka ketikkan pada console command prompt Anda sebagai berikut (sesuaikan dimana file mysql.exe berada):
C:\>”Program Files\xampp\mysql\bin\mysql.exe” –u root –p tekan enter
Selanjutnya Anda akan diminta memasukkan password.

Membuat Database
Setelah memasukkan password, Anda akan menjumpai prompt mysql>
Untuk membuat database baru, maka perintahnya adalah sebagai berikut :
mysql> create database nama_database;
contoh :
mysql> create database db_pertamaku;
Untuk mengecek apakah database yang Anda buat telah tersimpan, ketikkan perintah sebagai berikut :
mysql> show databases;
Sedangkan untuk menghapus database yang ada, perintahnya adalah :
mysql> drop database nama_database;
contoh : mysql> drop database db_pertamaku;

Membuat tabel dalam database tertentu.
Apabila Anda ingin membuat table, maka aktifkan salah satu database terlebih dahulu. Perintahnya adalah :
mysql> use nama_database;
contoh :
mysql> use db_pertamaku;
Selanjutnya misal Anda ingin membuat tabel dengan nama tabel_pertamaku didalam database tersebut dengan field sebagai berikut :
no. tipe datanya integer, panjangnya 3
nama tipe datanya varchar, panjangnya 30
alamat tipe datanya varchar, panjangnya 50
pekerjaan tipe datanya varchar, panjangnya 20
maka perintah sqlnya sebagai berikut :
mysql> create table tabel_pertamaku
-> (
-> no int(3),
-> nama varchar(30),
-> alamat varchar(50),
-> pekerjaan varchar(20)
-> );
Untuk mengecek apakah tabel sudah berhasil dibuat, perintahnya sebagai berikut :
apabila tabel berada dalam database yang aktif
mysql> show tables;
apabila tabel berada dalam database yang tidak aktif
mysql> show tables from nama_database;

Melihat struktur tabel
Perintahnya adalah sebagai berikut :
melihat struktur tabel dari tabel yang berada dalam database yang aktif
mysql> desc nama_tabel;
contoh mysql> desc tabel_pertamaku;
melihat struktur tabel dari tabel yang berada diluar database yang tidak aktif
mysql> show fields from nama_tabel from nama_database;
contoh : mysql> show fields from tabel_pertamaku from db_pertamaku;

Mengubah struktur tabel
Pengubahan struktur tabel diperlukan agar Anda dapat mengubah struktur tabel tanpa harus mengganggu record-record yang telah ada.
Misalnya pada tabel_pertamaku diatas. Anda ingin mengubah field no menjadi nomor, menjadikannya sebagai primary key, tidak boleh kosong(not null), dan auto_increment. Maka perintahnya adalah sebagai berikut :
mysql> alter table tabel_pertamaku
-> change no nomor
-> int(3)
-> primary key
-> not null
-> auto_increment;

Mengubah nama tabel
Perintahnya adalah :
mysql> alter table tabel_pertamaku
-> rename tb_pertamaku;

Mengisikan record ke dalam tabel
Perintah insert pada mysql adalah seperti berikut :
catatan : sebelumnya aktifkan database tempat tabel tersebut berada.
mysql> insert into nama_tabel values (‘field1’,’field2’,’field3’,dst);
contoh :
mysql> insert into tb_pertamaku values (‘’,’mahendra’,’joyo pranoto 4 malang’,’webmaster’);
Menampilkan record
Contoh perintahnya adalah :
mysql> select * from tb_pertamaku;
Untuk update dan delete perintahnya sama persis dengan perintah-perintah sql yang lain.

Tujuan perancangan dari basis data
1.      Memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan pengguna secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
2.      Memudahkan pengertian struktur informasi.
3.      Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).

Perbedaan dari macro lifecycle dan micro lifecycle
Siklus Kehidupan Sistem Informasi

        Siklus kehidupan sistem informasi sering disebut macro lifecycle, dimana siklus kehidupan basis data merupakan micro lifecycle. Proses perancangan basis data merupakan bagian dari siklus hidup sistem informasi. lalu dimana perbedaan macro lifecycle dengan micro lifecycle? perbedaannya terdapat pada tahapan tahapannya, yang dijelaskan sebagai berikut :

Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle )
Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan sistem informasi yaitu :
1.      Analisa Kelayakan
Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan  areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.

2.      Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan.

3.       Perancangan 
Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :  perancangan sistem database dan  sistem aplikasi.

4.       Implementasi 
Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada.

5.       Pengujian dan Validasi
Pengujian dan validasi sistem database  dengan kriteria kinerja yang diinginkan  oleh pengguna.

6.       Pengoperasian dan Perawatan
Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan system.

Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Micro Life Cycle )
Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi database yaitu :
1.      Pendefinisian Sistem
Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan aplikasinya. 

2.       Perancangan Database
Perancangan database secara logika dan fisik pada suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.

3.       Implementasi Database 
 Pendefinisian database secara konseptual, eksternal dan internal, pembuatan file–file database yang kosong  serta implementasi aplikasi software.

4.       Pengambilan dan Konversi Data
Database ditempatkan dengan baik, sehingga jika  ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya. 

5.       Konversi Aplikasi
Software-software  aplikasi dari  sistem database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru.

6.       Pengujian dan Validasi
Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya .

7.       Pengoperasian
Pengoperasian database sistem dan aplikasinya.
8.      Pengawasan dan Pemeliharaan
Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan aplikasi software.
Langkah yang dilakukan pada saat pengumpulan dan analisa data
Berikut aktifitas-aktifitas yang di lakukan pada saat pengumpulan dan analisa data :

1.  Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya

Menentukan aplikasi utama dan kelompok user yang akan menggunakan basis data. Individu utama pada tiap-tiap kelompok pemakai dan bidang aplikasi yang telah dipilih merupakan peserta utama pada langkah-langkah berikutnya dari pengumpulan dan spesifikasi data.

2.  Peninjauan dokumentasi yang ada 

Dokumen yang ada yang berhubungan dengan aplikasi-aplikasi dipelajari dan dianalisa. Dokumen-dokumen lainnya (seperti : kebijaksanaan-kebijaksanaan, form, report, dan bagan organisasi) diuji dan ditinjau kembali untuk menguji apakah dokumen-dokumen tsb berpengaruh terhadap kumpulan data dan proses spesifikasi.

3.  Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data

Informasi yang sekarang dan yang akan datang dipelajari. Termasuk juga analisa jenis-jenis transaksi dan frekuensi-frekuensi transaksinya dan juga arus informasi dalam sistem. Input-output data untuk transaksi-transaksi tsb diperinci.

4.  Daftar pertanyaan dan wawancara

Tuliskan tanggapan-tanggapan dari pertanyaan-pertanyaan  yang telah dikumpulkan dari para pemakai basis data yang berpotensi. Ketua kelompok (individu utama) dapat diwawancarai sehingga input yang banyak dapat diterima dari mereka dengan memperhatikan informasi yang berharga dan mengadakan prioritas.





Transaction Troughput
Transaction Troughput merupakan salah satu petunjuk dalam pemilihan perancangan basis data secara fisik. lalu definisi dari Transaction Troughput ialah rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misalnya : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file basis data.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar